Potongan Penjualan di MYOB di hitung PPN?

Akhir-akhir ini penulis sering kali menerima telepon dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya dari peserta lomba kompetensi siswa – LKS maupun guru pembimbing LKS baik di tingkat daerah (karesidenan/provinsi) maupun dari tingkat nasional. Salah satu hal yang ditanyakan tersebut seputar pengaplikasian MYOB Accounting dengan kebiasaan pencatatan akuntansi dan peraturan pajak di Indonesia adalah : bagaimana perlakuan pencatatan potongan penjualan maupun potongan pembelian yang dicatat di MYOB? Kenapa kalau faktur pembelian dan penjualannya sebelumnya dikenakan PPN (dengan tarif 10%) lalu perusahaan tersebut memberikan potongan pembelian/penjualan kok oleh MYOB sudah dicatat langsung include PPN?

Hal ini pula yang selalu diperdebatkan oleh para peserta maupun juri. Mungkin dikarenakan pembuat soal tidak siap atau tidak cukup waktu untuk me-revisi soal-soal model lama yang masih memperhitungkan PPN saat pemberian atau perolehan potongan pembelian/potongan penjualan. Sebenarnya untuk kasus ini sudah saya jelaskan di buku yang sudah release di pasaran (published) dengan judul : KOMPUTERISASI AKUNTANSI MYOB PERUSAHAAN DAGANG. Tapi kemungkinan beberapa orang tidak sempat membeli buku tersebut, atau tidak ada waktu untuk membacanya atau tidak faham akan penjelasan di buku tersebut. Berikut ini saya jelaskan ulang perlakuan potongan pembelian maupun penjualan di MYOB (apakah dikenakan PPN atau tidak dikenakan PPN).

Dari beberapa sumber peraturan perpajakan dan standarisasi akuntansi yang berlaku di Indonesia, mengenal beberapa jenis potongan :

  • Potongan Rabat, yang diberikan langsung pada saat transaksi pembelian maupun penjualan
  • Potongan Termin, yang diberikan pada tempo yang berbeda dengan transaksi pembelian dan penjualan. Potongan ini diberikan biasanya untuk merangsang pembeli supaya membayar lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan dengan imbalan potongan senilai persentase tertentu.

POTONGAN PENJUALAN RABAT :

Untuk Potongan jenis pertama (Rabat), akan mengurangi PPN dan nilai penjualan dicatat secara netto. Sebagai contoh perusahaan menjual 10pcs barang ke customer dengan harga jual kotor Rp. 10.000,- diberikan diskon rabat saat penjualan 10% sebesar Rp. 1.000,-. Untuk hal ini nilai penjualan diakui sebesar Rp. 90.000,- dan PPN dicatat sebesar 10% x Rp. 90.000,- = Rp. 9.000,-

Transaksi Penjualan dengan Diskon

Transaksi Penjualan dengan Diskon

Jurnal yang di timbulkan sebagai berikut:

  • Debit  : Piutang ……………… Rp 99.000
  • Kredit : Penjualan ………………………………………..Rp. 90.000
  • Kredit : PPN Keluaran ………………………………….. Rp.   9.000

 

POTONGAN PENJUALAN TERMIN:

Ternyata saat pembayaran perusahaan memberikan ekstra diskon dikarenakan customer membayar lebih awal dari tanggal jatuh tempo. Oleh sebab itu perusahaan memberikan extra diskon sebesar 2% dari nilai piutangnya x Rp. 99.000 = Rp. 1.980,- Sehingga nilai yang diterima oleh perusahaan hanya = Rp. 97.020,-

MYOB memberikan fasilitas khusus perhitungan diskon yang dicatat dari kolom Discount saat mencatat transaksi Receive Payment (Sales). Tapi nilai diskon tersebut baru akan dicatat (jurnal) dengan kondisi satu baris faktur harus dibayar lunas. Nilai diskon tersebut adalah inclusive tax. Jadi kalau faktur yang dibayar tersebut sebelumnya dikenakan PPN, maka saat pemberian diskon juga otomatis dihitung PPN-nya. Hal ini yang tidak persis sama dengan kondisi peraturan perpajakan di Indonesia.

Untuk mencatat hal tersebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu : menganggap diskon tersebut sebagai late charges (diisikan dengan nilai minus) saat mencatat transaksi Receive Payments. Supaya Late Charges tersebut bisa dicatat di akun Potongan Penjualan, maka kita harus menghubungkan akun Potongan Penjualan tersebut ke dalam Linked Sales Account.

Buka menu SETUP> LINKED ACCOUNTS> SALES ACCOUNT> lalu isikan seperti contoh gambar berikut ini:

linked-account-pot-penjualan

Sales Linked Account - Late Charges

Pencatatan pembayaran dari pelanggan dicatat dari menu SALES> RECEIVE PAYMENT> diikuti dengan pencatatan seperti urutan gambar berikut ini:

Sales> Receipt Payment> Sales Discount

Sales> Receipt Payment> Sales Discount

Jurnal yang di timbulkan sebagai berikut:

  • Debit : Kas…………………………… Rp 97.020
  • Debit : Potongan Penjualan…Rp. 1.980
  • Kredit : Piutang Usaha ……………………………….. Rp.   99.000

2 comments on “Potongan Penjualan di MYOB di hitung PPN?

  1. Bagaimana dengan potongan harga yang memiliki lebih dari 1 kali discount.
    Contoh : Discount (Potongan Harga) 15%+10% apakah dapat diinput sekaligus?

    terimakasih
    mohon infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s