Utang/Piutang Dollar dibayar dg IDR-EUR

CurrencyBagi perusahaan di Indonesia yang menggunakan MYOB dan menyajikan laporan keuangannya dalam Rupiah, tapi melakukan penjualan ke luar negeri seperti Eropa (EUR) tapi seringkali menerima pembayaran dari customernya dalam bentuk Dollar (USD). MYOB hanya bisa menerima pembayaran dari penjualan dengan mata uang lokal diterima dengan mata uang lokal  juga, atau dari penjualan dengan mata uang asing diterima dengan mata uang asing yang sama pula. Penjualan dengan mata uang lokal (Rupiah) hanya bisa diterima dengan mata uang lokal Rupiah (lokal), tidak bisa diterima dengan mata uang asing lainnya.

Untuk kejadian yang seperti ini kita harus melakukan pencatatan sementara ke akun “ayat silang”. Akun ini untuk menampung sementara transaksi antar mata uang asing tersebut.

Berikut ini ilustrasinya :

  • Mata uang lokal Rupiah
  • Penjualan Rupiah> pembayaran Rupiah : BISA sekali catat
  • Penjualan Rupiah> pembayaran Dollar : 2x Catat (via Ayat Silang)
  • Penjualan Dollar> pembayaran Dollar : BISA sekali catat
  • Penjualan Dollar> pembayaran Rupiah : BISA sekali catat
  • Penjualan Dollar> pembayaran EURO : 2x catat (via ayat silang)
  • Penjualan Euro> pembayaran USD : 2x catat (via ayat silang)
  • Penjualan Euro> pembayaran Euro : BISA sekali catat
  • Penjualan Euro> pembayaran Rupiah: BISA sekali catat
Receive Payment Dolar ke Rupiah

Receive Payment Dolar ke Rupiah

Receive Payment Dolar ke Dolar

Receive Payment Dolar ke Dolar

Receive Payment Dollar ke Euro 1

Receive Payment Dollar ke Euro 1

Receive Payment Dollar ke Euro 2

Receive Payment Dollar ke Euro 2

6 comments on “Utang/Piutang Dollar dibayar dg IDR-EUR

  1. Pak, sy mau tanya… kenapa setiap kali entry transaksi ingin masukkan EUR yg muncul bukan Bank (EUR) melainkan Bank Exchange ya? apakah sy ada salah setting kl seperti itu? Trims sebelumnya.

  2. Pak Ali saya mau tanya…..kalo saya bikin laporan keuangan dalam USD bisa tidak saya bikin multi currencynya dalam IDR jadi kursnya menjadi lebih kecil (contoh : Rp. 1 = US$ 0,00000345)

  3. Rinto, untuk desimal kurs dibelakang koma di MYOB hanya sampai dengan 6 digit dibelakang koma dan tidak bisa ditambahkan hingga 8 atau 10 digit dibelakang koma. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah untuk laporan keuangan dollar yang digunakan sebagai dasar laporan keuangan. khusus untuk transaksi rupiah, maka buatlah currency rupiah dengan nilai dibuat dalam ribuan rupiah. sehingga kursnya bisa sampai dengan 6 desimal dibelakang koma setelah dibagi seribu untuk setiap transaksi. jadi perhitungan adalah Rp. 1000 = 0.345000.

  4. Dear pak ali..
    akhirnya saya menemukan blog ini. saya pernah dapat buku MYOB dari bapak saat ada seminar di kampus. buku ini membantu saya untuk bekerja. tetapi masih saja ada kendala yang saya hadapi. untuk pembayaran piutang dollar dengan mata uang rupiah masih belum dapat saya pahami. setiap akhir bulan saya melakukan perhitungan selisih kurs untuk posisi kas, piutang dll. saya masih bingung pak untuk menghitung selisih kurs piutangnya, apalagi kalau ada pembayaran dengan mata uang rupiah. mohon penjelasannya pak ali.

  5. Dear pak ali,

    diperusahaan saya ada beberapa material yang harus dibayar dengan dolar..karna kita ddibayar berdasarkan progress bisa sampai 1 tahun. pada awal kesepakatan untuk setiap project kami sudah memberikan harga kepada custemer kita dengan nominal rupiah. ketika dolar naik maka ada beberapa brg yang dibeli naik. bagai mana myob menampilkan lost atau gaint di report.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s