Gallery

MYOB bisa disesuaikan PSAK/GAAP/IFRS

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan International Financial Reporting Standards (IFRS) merupakan 2 cara pandang dalam menyajikan laporan keuangan di perusahaan. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang ada di Indonesia dipengaruhi oleh standar akuntansi international yang disusun oleh International Accounting Standards Boards (IASB). Standar akuntansi keuangan nasional sedang dalam proses konvergensi secara penuh dengan IFRS yang dikeluarkan oleh IASB. Disamping pengaruh dari standar akuntansi internasional, DSAK juga mengeluarkan standar untuk usaha kecil dan SAK tentang Syariah. Sampai dengan tahun ini masih belum banyak perusahaan di Indonesia yang menyajikan laporan keuangan berdasar IFRS. Indonesia sendiri baru akan menerapkan laporan keuangan berdasar IFRS pada tahun 2012 mendatang.

Menghadapi persiapan laporan keuangan berbasis IFRS, apakah MYOB bisa diaplikasikan untuk model pelaporan berbasis IFRS tersebut?

Jawabannya adalah BISA. MYOB bisa menyajikan laporan keuangan berbasis IFRS maupun PSAK yang selama ini sudah diterapkan di Indonesia.

Beberapa point yang kelihatan berbeda di kedua basis pelaporan tersebut diantaranya adalah :

  • Judul Laporan Neraca.

PSAK menyebut laporan Neraca atau Balance Sheet.
IFRS menamakan laporannya sebagai Statements of Financial Position (Laporan Perubahan Posisi Keuangan).

  • Judul Laporan Laba Rugi

PSAK menyebutkan Laporan Rugi Laba (PSAK sebelum tahun 2005), Laporan Laba Rugi (PSAK 2005), atau Profit Loss Statements, atau Income Statements, atau Statements of Income
IFRS  menyebutkan Statements of Comprehensive Income (Laporan Pendapatan Komprehensif)

  • Urutan kelompok laporan Neraca

PSAK : mengurutkan akun yang paling lancar di dahulukan dibandingkan dengan akun yang jangka panjang (tetap). Misalnya urutan di Neraca untuk Harta Lancar didahulukan, diikuti dengan akun Investasi, lalu akun Harta Tetap dan Harta Lainnya. di kelompok Utang, yang didahulukan ditampilkan diatas adalah Utang Lancar, lalu Utang Jangka Panjang, dan Ekuitas.
IFRS : tidak mengharuskan mana yang lancar atau mana yang tidak lancar yang didahulukan. Akan tetapi di prioritaskan adalah mana yang lebih diutamakan di analisa. Secara umum Harta yang nilai nominal lebih tinggi akan di prioritaskan di tampilkan daripada harta yang nominalnya lebih kecil. Harta tetap dominan di dahulukan, diikuti dengan Investasi, lalu diikuti dengan Harta Lancar. Harta Lancar juga di dahulukan Persediaan, Pembayaran dimuka, Piutang, dan Kas/Bank di letakkan di bagian akhir. Begitu juga dengan kelompok Utang. Ekuitas didahulukan (diatas), diikuti dengan Liability. Liabilities yang jangka panjang akan di dahulukan dibandingkan dengan Utang Usaha (supplier).

  • Urutan kelompok Laporan Laba Rugi

Tidak ada perbedaan signifikan dalam tampilan laporan laba rugi antara keduanya. IFRS lebih menekankan pada perubahan pada aset bersih entitas selama periode laporan yang timbul dari sumber non pemilik. Ada pemisahan antara pendapatan yang diperoleh dari kegiatan usaha (Laba -Rugi Usaha) yang disebut dengan Clean Surplus dan kegiatan non usaha (Other Comprehensive Income) yang disebut dengan Dirty Surplus.

  • Laporan Arus Kas

Pengelompokan aktifas arus kas tetap dibagi tiga baik menuruf IFRS maupun PSAK. Ketiga aktifitas tersebut adalah Operasi (Operating), Investasi (Investing) dan Pendanaan (Financing). Ada beberapa perbedaan pengelompokan transaksi antara IFRS dan PSAK sebagai contoh sebagai berikut:

IFRS : penerimaan atau pembayaran dividen dan bunga sebagai arus kas operasi atau pembayaran dividen dan bunga sebagai arus kas pendanaan dan penerimaan bunga dan dividen sebagai arus kas investasi. Overdrafts dapat dimasukkan dalam kas dengan kondisi yang di definisikan.
GAAP/PSAK :  pembayaran bunga dan penerimaan dividen harus diklasifikasikan sebagai arus kas operasi. Pembayaran dividen harus diklasifikasikan sebagai arus kas pendanaan. Overdraft tidak dapat disertakan dalam kas.

Dari beberapa gambaran diatas baik menurut IFRS maupun GAAP/PSAK semuanya bisa diakomodir oleh MYOB Accounting maupun MYOB Premier. Dalam penyusunan akun kita bisa mendefinisikan sendiri mana yang harus di dahulukan urutannya apakah current asset duluan atau non current asset duluan. Tinggal kita berikan urutan nomor yang ascending dari nomor terkecil akan diletakkan di urutan pertama dan nomor yang besar akan diletakkan di urutan dibawahnya. Mengenai judul laporan, MYOB tidak bisa menggantinya langsung dari laporan yang disediakan oleh MYOB. Cara yang bisa disajikan adalah dengan mentransfer laporan yang sudah disediakan oleh MYOB, lalu Send to Excel, dan ganti judul laporannya di media Microsoft Excel.

Mengenai adanya pertimbangan pengelompokan laporan keuangan yang sudah dibagi antara EBITDA (Earning Before Interest-Tax-Depreciation-Amortisation) dan EBIT (Earning Before Interest and Tax) kita harus mengolahnya tersendiri di program terpisah dari MYOB seperti aplikasi Ms. Excel. Laporan Laba Rugi yang sudah disediakan oleh MYOB di transfer ke Ms. Excel dan diolah sesuai dengan kebutuhan pembaca laporan keuangan. Itulah fleksiblenya MYOB yang bisa mengadopsi laporan keuangan baik versi IFRS maupun PSAK/GAAP.

Jadi….

Masih ragukah anda menggunakan MYOB untuk menghadapi tahun 2012 yang sudah menggunakan pelaporan keuangan versi IFRS untuk perusahaan menengah keatas? Jawabannya tentunya : TIDAK RAGU LAGI!!! Karena MYOB fleksible dan bisa mengadopsi laporan keuangan versi manapun.

Balance Sheet MYOB IFRS

Balance Sheet MYOB PSAK

7 comments on “MYOB bisa disesuaikan PSAK/GAAP/IFRS

  1. Itu yang namanya sistem IFRS atau PSAK atau GAAP hanya soal susunan Urutan Inforkasi Harta, susunan Informasi Kewajiban dan susunan Informasi Modal atau Equity atau susunan informasi rugi laba saya. Itu gampang diatur dalam program Sistem Komputer Akuntasi. Mau IFRS atau PSAK atau GAAP.

  2. bagaimana jika pengukuran aset tetap, misalnya, tidak berbasis cost tapi perusahaan memilih berbasis revaluasi?

  3. Blog ini sangat membantu saya,tetapi adakah refensi buku yang menerangkan perbedaan IFRS dengan PSAK untuk dijadikan sumber refensi yang lebih kuat.Terima kasih sebelumnya.

  4. Barak, untuk pengukuran aset tetap dan aset lainnya yang berbasis revaluasi, prinsipnya dilakukan adjustment via Record Journal Entry. Sehingga menimbulkan nilai yang di revaluasi setelah diadakan adjustment nilai tersebut. mengenai penilaiannya diserahkan kepada tenaga ahli penilai.

  5. “Minority interest” berubah jadi “non controlling interests” ya?

    Yang saya masih bingung posisi minority interest dalam IFRS gmn? Sebelumnya berada dalam grey area namun apakah sekarang dimasukkan ke dalam equity?

    Apabila dimasukkan ke equity kan mempengaruhi dari rasio ROE. Apa dalam perhitungan ROE harus dikeluarkan terlebih dahulu minority interestnya?

    *maaf kalo pertanyaannya ga jelas. masih belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s